-->

Postingan Terupdate

Jangan Pernah lari dari 2 hal ini

BERLARI KE ARAH DUNIA YANG TAK DAPAT DITANGKAP DAN MELARIKAN DIRI DARI KEMATIAN YANG TAK PERNAH BISA DIHINDARI Sobat gudang syair , Kekuasaa...

Jangan Pernah lari dari 2 hal ini

gudang syair
07 Maret, 23.27 WIB Last Updated 2026-03-08T07:27:41Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

BERLARI KE ARAH DUNIA YANG TAK DAPAT DITANGKAP DAN MELARIKAN DIRI DARI KEMATIAN YANG TAK PERNAH BISA DIHINDARI


Sobat gudang syair, Kekuasaan Allah Azza wa Jalla meliputi segala sesuatu. Dia telah menetapkan kematian atas diri manusia. Sehingga sekuat dan searogan apapun manusia berupaya menghindar darinya, kematian itu tetap akan mengejarnya. Allah Azza wa Jalla berfirman,

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh."(QS. An Nisa’:78)

Orang yang berakal, sepantasnya tidak tertipu dengan silau dan gemerlapnya dunia, sehingga melupakan bekal menuju akhiratnya,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ (جة 4236,ت 3550, الصحيحة 757, وهو حديث حسن)

"Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Umur umatku antara 60 sampai 70 tahun. Dan sangat sedikit di antara mereka yang melewati itu.” 

(HR. Ibnu Majah, no. 4.236; Tirmidzi, no. 3.550. Lihat Ash Shahihah, no. 757)

Sudah sepatutnyalah kita selalu ingat bahwa hidup di dunia tidaklah kekal. Agar kita bersiap siaga dengan perbekalan yang dibutuhkannya saat perjalanannya yang panjang nanti.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

"Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian." (HR Ibnu Majah, no. 4.258; Tirmidzi; Nasai; Ahmad)

Manusia itu memang aneh. Ia berlari ke arah dunia yang tidak dapat ia tangkap, lalu ia pun melarikan diri dari kematian yang tidak akan pernah bisa dihindari. 


Kematian tidaklah menunggu kita bertaubat, tapi kitalah yang menunggu datangnya kematian dengan bertaubat. Maka jadikanlah akhirat di hati kita, dan dunia di tangan kita, dan kematian senantiasa berada di hadapan dan di pelupuk mata kita.


Tanda dekatnya kematian kita sudah berasa, dan kapan datang saatnya tidak ada yang mengetahui. Yang sebaya sudah banyak yang menghadap-Nya, dan kita semua sedang menunggu giliran tiba.
Orang yang banyak mengingat kematian dan mempersiapkannya dengan iman yang _shahih_ (benar), tauhid yang _khalish_ (murni), amal yang _shalih_ (sesuai dengan tuntunan), dengan landasan niat yang ikhlas, itulah orang-orang yang paling berakal,

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا قَالَ فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ

"Dari Ibnu Umar, dia berkata: Aku bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang laki-laki Anshar datang kepada Beliau, kemudian mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu dia bertanya: “Wahai, Rasulullah. Manakah di antara kaum Mukminin yang paling utama?” Beliau menjawab,”Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.” Dia bertanya lagi: “Manakah di antara kaum Mukminin yang paling cerdik?” Beliau menjawab, ”Yang paling banyak mengingat kematian di antara mereka, dan yang paling bagus persiapannya setelah kematian. Mereka itu orang-orang yang cerdik.” (HR. Ibnu Majah, no. 4.259. Hadits hasan. Lihat Ash Shahihah, no. 1.384)

Marilah kita renungkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia,

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ


"Mayit akan diikuti oleh tiga perkara menuju kuburnya, dua akan kembali, satu akan tetap. Mayit akan diikuti oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarganya dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap." 
(HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa-i)


Orang yang berakal akan mengutamakan urusan akhirat yang pasti datang, dan mengalahkan urusan dunia yang pasti ditinggalkan. Hendaklah setiap orang waspada terhadap angan-angan panjang umur, sehingga menangguhkan amal shalih. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَكْبَرُ ابْنُ آدَمَ وَيَكْبَرُ مَعَهُ اثْنَانِ حُبُّ الْمَالِ وَطُولُ الْعُمُرِ


"Anak Adam semakin tua, dan dua perkara semakin besar juga bersamanya: cinta harta dan panjang umur."(HR. Bukhari, no. 5.942, dari Anas bin Malik)

Hamid Al Qaishari mengingatkan kepada kita, “Kita semua telah meyakini kematian, tetapi kita tidak melihat orang yang bersiap-siap menghadapinya! Kita semua telah meyakini adanya surga, tetapi kita tidak melihat orang yang beramal untuknya! Kita semua telah meyakini adanya neraka, tetapi kita tidak melihat orang yang takut terhadapnya! Maka terhadap apa kamu bergembira? Kemungkinan apakah yang kamu nantikan? Kematian! Itulah perkara pertama kali yang akan datang kepadamu dengan membawa kebaikan atau keburukan. Wahai, saudara-saudaraku! Berjalanlah menghadap Penguasamu (Allah) dengan perjalanan yang bagus.”

(Mukhtashar Minhajul Qashidin, hlm. 483, tahqiq: Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi)

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa mengingat kematian sebagai akhir kehidupan kita di dunia dan kita persiapkan bekal amal terbaik di akhirat untuk meraih ridha-Nya.

Komentar

Tampilkan

Terkini

NamaLabel

+