-->

Postingan Terupdate

Hidup Bagaikan Es Batu

AL HAYYATU KA AL TSALJI, ISTAMTI' BIHAA QOBLA AN TADZUUBA. Sobat Gudang Syair , Waktu terus berjalan. Ia tak akan pernah berhenti, apala...

Kenapa Merasa Kesepian Jika Benar?

gudang syair
04 Januari, 18.15 WIB Last Updated 2026-01-05T02:15:33Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

JANGAN MERASA KESEPIAN BERADA DI ATAS JALAN KEBENARAN


Sobat gudang syair, Mau dibungkam dan diancam dengan cara apa pun, mau disudutkan dengan isu apa pun, kebenaran tetaplah kebenaran. Ia akan hadir dengan caranya sendiri.

Kebenaran suatu hal tidaklah ditentukan oleh berapa banyak orang yang mempercayainya.
Kebohongan yang setengah kebenaran merupakan kegelapan dari semua kebohongan.

Mungkin, kita terlalu pandai berpura-pura hingga kita lupa bahwa kita sedang berpura-pura. Dan akhirnya kepura-puraan tersebut kita anggap kebenaran. Kejahatan akan menang bila orang yang benar tidak melakukan apa-apa.

Sebanyak apapun kebohongan, tidak akan mampu menutupi kebenaran, kebohongan hanya menunda kebenaran namun tidak menghilangkannya. Seringkali kita merasa benar dalam sekali pandang, padahal kebenaran yang seperti itu selalu dibatasi oleh sudut pandang.


Umumnya orang tidak suka mendengar kebenaran karena kebenaran itu seringkali pahit dan menyakitkan. Kesalahan tidak akan pernah menjadi kebenaran walau berkali-kali dibicarakan, dan kebenaran tidak akan menjadi kesalahan walau tidak pernah diumumkan. Semua yang kita dengar adalah opini, bukan fakta. Semua yang kita lihat adalah perspektif, bukan kebenaran.


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

 لاَ يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ وَلاَ يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ


"Tidaklah lurus keimanan seorang hamba sehingga lurus hatinya dan tidaklah lurus hatinya sehingga lurus lisannya."(HR Ahmad dan al-Baihaqi)

Hati-hatilah terhadap para kaum pendusta, karena mereka senantiasa mengingkari kebenaran. Kita harus berihtiar untuk senantiasa mengikuti kebenaran, menjauhkan diri dari para kaum pendusta kebenaran dalam situasi apapun dan dalam kondisi bagaimanapun.

▫️وقال ابن المعتط

" اجتنِبْ مصاحبة الكذاب ، فإن اضطررت إليه فلا تصدّقه ، ولا تُعلِمه أنك تكذبه ، فينتقل عن وده ، ولا ينتقل عن طبعه


 زهر الآداب: [٣٨٧/١]

▪️قال الحسن بن سهل 

 " الكذاب لِصّ ؛ لأن اللص يسرقُ مالك ، والكذاب يسرقُ عقلك ؛ ولا تأمن مَنْ كذب لك ، أنْ يَكذِب عليك ، ومن اغتاب غيرَك عندك ، فلا تأمَنْ أن يغتابَك عند غيرك “. انتهى 


 زهر الآداب: [٣٨٦/١]


Berkata Ibnul Mu'taz:

"Jauhkan diri dari berteman dengan pendusta, dan jika engkau sangat butuh kepadanya maka jangan engkau mempercayainya, dan jangan engkau tunjukkan bahwa dirimu mendustakannya, sehingga akan berpindah menjadi mencintainya, dan tidak akan lepas dari tabiatnya."(Zahrul Adab, 1/387)


Kebenaran akan selalu mencari jalan untuk mengungkapkan dirinya. Keadilan, kebenaran, kebebasan. Itulah pangkal dari kebahagiaan. Dalam setiap kebenaran, selalu ada telinga yang mendengar. Bukan kebenaran yang membuat manusia menjadi besar, tetapi manusia yang membuat kebenaran menjadi besar. Kebaikan akan mengantarkan seseorang kepada kebenaran dan kebenaran akan mengantarkan seseorang kepada puncak pengetahuan, lalu menjadi rendah hati.


Musuh terbesar manusia adalah kebenaran yang disembunyikan. Mereka yang marah ketika mendengar kebenaran adalah mereka yang hidup dalam kebohongan. Berjalanlah sesuai dengan kata hati kita selagi masih di jalan yang benar.

Ketulusan hati adalah sumber kebenaran itu sendiri. Biasakanlah yang benar bukan membenarkan yang biasa. Mudah untuk menemukan kebenaran, sulit untuk menghadapinya, dan lebih sulit untuk mengikutinya.


Tidak perlu mempertanyakan suatu kebenaran, lebih baik berikan kesempatan untuk sebuah pembuktian. Saudara terbaik adalah orang yang berani mengkritik kita untuk mencapai kebenaran, bukan orang yang selalu membenarkan tindakan kita...

Jangan merasa kesepian berada di atas jalan kebenaran hanya karena sedikitnya orang yang berada di sana. Ketika iman menjadi kenyataan, maka kejujuran menjadi dasar kebenaran. Menelan mentah-mentah pembenaran dari satu pihak adalah tidak benar. Kebenaran tidak memerlukan alasan pembenaran dari manusia mana pun. Ia berdiri sendiri dengan gagah. Meski ditutupi, ada saatnya ia akan terlihat kembali.

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita,  sehingga kita tetap istiqamah senantiasa menegakkan kebenaran, menjauhkan diri dari para kaum pendusta kebenaran untuk meraih ridha-Nya.

Komentar

Tampilkan

Terkini

NamaLabel

+