-->
Jum'at 4 04 2025

Postingan Terupdate

Sabar sabar dan Sabar

BUAH SABAR BAGI YANG BERIKHTIAR DAN BERTAWAKAL  Sahabat gudang syair ,Percayalah bahwa bukan hanya kita seorang yang senantiasa Allah Azza w...

kenikmatan hakiki vs kenikmatan semu

gudang syair
08 Februari, 15.48 WIB Last Updated 2025-02-19T00:22:57Z
masukkan script iklan disini

Kenikmatan Semu: Jebakan yang Merenggut Kebahagiaanmu

Sobat gudang syair,   Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah mengatakan,

الهوى ميل الطبع إلى ما يلائمه


“Hawa nafsu adalah kecondongan jiwa kepada sesuatu yang selaras dengan keinginannya.” (Asbabut Takhallaush minal hawa, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, hlm. 3)

Saudaraku,Orang yang memperturutkan hawa nafsu, hakikatnya mencari kenikmatan semu dan kepuasan sesaat di dunia, tanpa berpikir panjang akibatnya, walaupun harus rela kehilangan kenikmatan yang hakiki di dunia dan akhirat...

Ibnu Rajab rahimahullah berkata,

و المعروف في استعمال الهوى عند الإطلاق : أنه الميل إلى خلاف الحق


“Makna yang dikenal luas di dalam penggunaan kata hawa nafsu secara mutlak, tanpa terikat dalam kondisi tertentu adalah kecondongan kepada sesuatu yang menyelisihi kebenaran.”
(Jaami’ul Uluum wal Hikam: 2/398)

Allah Azza wa Jalla mencela _ittiba’ul hawa_ (mengikuti hawa nafsu) di beberapa ayat yang banyak dalam Al-Qur`an, di antaranya adalah firman-Nya,

أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا


“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” (QS. Al-Furqaan: 43)
Allah Azza wa Jalla berfirman,

فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ


“Maka jika mereka tidak menjawab tantanganmu ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka belaka. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”
(QS. Al-Qashash: 50)

Saudaraku,Al Imam Abu Is-haq Ibrahim bin Musa asy Syathibiy rahimahullah berkata,

العقل إذا لم يكن متبعاً للشرع، لم يبقَ له إلا الهوى والشهوة
"Akal jika tidak mengikuti syariat maka tidak tersisa baginya selain hawa nafsu dan Syahwat (Al I'-tisham, jilid 1 hlm. 51)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberikan peringatan kepada kita, di mana pada akhir zaman akan semakin sedikit kebaikan, semakin banyak kebathilan dan kemungkaran, semakin banyak yang menentang kebenaran, dan banyak fitnah yang menyesatkan, fitnah syubhat, keraguan, berpaling dari kebenaran, fitnah syahwat kekuasaan dan condongnya manusia cinta kepada dunia…

masukkan script iklan disini
Saudaraku,Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata,

‏«الدنيا دارُ عمل، والآخرةُ دار جزاء، فَمَنْ لم يعمل هنا؛ نَدُمَ هناك»
"Dunia ini adalah negeri untuk beramal, sedangkan akhirat adalah negeri balasan, maka siapa yang tidak beramal di sini, dia pasti akan menyesal di sana."
(Az-Zuhd, karya al-Baihaqy, No. 725).

Saudaraku,Dunia ini dapat diibaratkan sebagai ladang kehidupan, tanamlah berbagai tanaman kebaikan. Yakinlah, suatu saat nanti kita akan memanen hasilnya berupa pahala kebaikan-kebaikan...

Tetaplah bersyukur dan bersabar atas segala sesuatu yang telah mejadi iradah-Nya, karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mengatur segalanya,

الحياه مثل امواج البحر تعصف ثم تعود هادئه

 كما كانت فلا تيأس. فهناك من يدبر الامور


Hidup itu seperti gelombang badai laut, menggempur kemudian kembali tenang. Maka dari itu janganlah putus asa karena Allah Azza wa Jalla sudah mengatur dalam segala urusan...

Saudaraku, Marilah kita senantiasa memanjatkan doa memohon kehadirat Allah Azza wa Jalla agar kita dicukupkan untuk mendapatkan bekal di dunia dan akhirat,

Ya Allah, hanya kepada-Mu kami berserah diri...Cukupkanlah keperluan kami, baik di dunia maupun di akhirat..Jauhkanlah kami dari pemenuhan keperluan kami di luar ridha-Mu...

اللهم اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِـوَاكَ


"Ya Allah cukupilah aku dengan rizki yang Engkau halalkan hingga aku tak memerlukan apa-apa yang Engkau haramkan. Dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu hingga aku  tidak memerlukan sesuatu dari selain-Mu.’”  
(HR. Tirmidzi No. 3911, Maktabah Syamilah)

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa memperbanyak beramal di dunia, mencukupi bekal di akhirat untuk meraih ridha-Nya...
Aamiin Ya Rabb.

_Wallahua'lam bishawab_

Komentar

Tampilkan

Terkini

NamaLabel

+