-->
Kamis 3 04 2025

Postingan Terupdate

Sabar sabar dan Sabar

BUAH SABAR BAGI YANG BERIKHTIAR DAN BERTAWAKAL  Sahabat gudang syair ,Percayalah bahwa bukan hanya kita seorang yang senantiasa Allah Azza w...

Kunci Bahagia pada Jiwa tenang dalam ketaatan

gudang syair
04 Februari, 15.46 WIB Last Updated 2025-02-19T00:24:52Z
masukkan script iklan disini

Ketenangan Jiwa Kunci Kebahagiaan dalam Ketaatan

Saudaraku,Kecintaan kita kepada Allah Azza wa Jalla akan mengantar kita sebagai seorang hamba menuju kehidupan yang sangat indah, kelapangan hati dan ketenangan jiwa. Karena rongga hati kita hanya terpenuhi oleh kecintaan kepada Allah dan ketergantungan kepada-Nya. Wajarlah bila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ أَنْ يَكُوْنَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءُ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا للهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ


“Tiga sifat yang tidaklah terdapat pada seseorang, pasti ia akan mendapatkan kelezatan iman; hendaknya Allah dan Rasul-Nya yang paling ia cintai melebihi selain keduanya, dan ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya melainkan hanya karena Allah, serta ia benci untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam api neraka.”

(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

Saudaraku,Bagaimana mewujudkan hati yang lapang dan apa saja sebab-sebab yang dapat mengantarkan pada hal itu dan apa tanda dari lapangnya hati?

Jawabanya adalah : Kelapangan hati itu di tangan Allah Azza wa Jalla, namun sebab-sebab untuk mendapatkannya adalah perbuatan dan keinginan hamba. Allah Azza wa Jalla berfirman,

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِنْ رَبِّهِ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ


“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk menerima agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya sama dengan orang yang membatu hatinya? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah.”
(QS. Az Zumar: 22)

Allah Azza wa Jalla juga berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ


“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.  Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.”
(QS. Ar Ra’du: 28)

Allah Azza wa Jalla juga berfirman,

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ


“Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk memeluk agama Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.” (QS. Al An’am: 125)

Oleh karena itu, Musa ‘alaihi salam yang pertama kali diutus untuk membawa risalah berdoa,

masukkan script iklan disini

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي


“Musa berkata, wahai Rabb-ku lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku.” (QS. Thaha: 25)

Beliau berdoa kepada Allah Azza wa Jalla sebelum menyampaikan risalah untuk melapangkan dadanya. Demikian juga Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam telah dilapangkan dadanya oleh Allah Azza wa Jalla, dan beliau juga pembawa risalah,

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ


“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu wahai Muhammad?”
(QS. Al Insyirah: 1)

Saudaraku,Marilah kita senantiasa memanjatkan doa agar hati ditetapkan dalam hidayah dan dilapangkan hati serta dimudahkan dalam segala urusan,

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي


“Wahai Rabb-ku lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku.”

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ


“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi karunia.”(QS. Al Imran: 8)

‎رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي  وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي  يَفْقَهُوا قَوْلِي


“Ya Rabb-ku, lapangkanlah untukku dadaku,  dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 25-28)

‎رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا


“Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.” (QS. Al Kahfi: 10)
Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa berlapang hati dalam ketaatan untuk meraih ridha-Nya.

Komentar

Tampilkan

Terkini

NamaLabel

+