-->

Postingan Terupdate

Bukan Ice Age but Trully off Age

MENYIBUKKAN DIRI DALAM KETAATAN ITULAH UMUR SEBENARNYA Sobat gudang syair , Kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang sangat singkat, tet...

Bukan Ice Age but Trully off Age

gudang syair
28 September, 16.53 WIB Last Updated 2026-09-28T23:53:35Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

MENYIBUKKAN DIRI DALAM KETAATAN ITULAH UMUR SEBENARNYA

Sobat gudang syair, Kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang sangat singkat, tetapi kebanyakan dari kita lalai memanfaatkan waktu yang telah Allah Azza wa Jalla berikan.

Hasan Al Bashri mengatakan:

ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك


“Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.” (Hilyatul Awliya’, 2/148, Darul Kutub Al ‘Arabi)

Waktu pasti akan berlalu,  maka beramallah. Ja’far bin Sulaiman berkata bahwa dia mendengar Rabi’ah menasehati Sufyan Ats Tsauri,

إنما أنت أيام معدودة، فإذا ذهب يوم ذهب بعضك، ويوشك إذا ذهب البعض أن يذهب الكل وأنت تعلم، فاعمل

“Sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dirimu juga akan hilang. Bahkan hampir-hampir sebagian harimu berlalu, lalu hilanglah seluruh dirimu (mati) sedangkan engkau mengetahuinya. Oleh karena itu, beramallah.”

(Shifatush Shofwah, 1/405, Asy Syamilah)

Waktu bagaikan pedang.
Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan,

صحبت الصوفية فلم أستفد منهم سوى حرفين أحدهما قولهم الوقت سيف فإن لم تقطعه قطعك


“Aku pernah bersama dengan orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”
Jika tidak tersibukkan dengan kebaikan, pasti akan terjatuh pada perkara yang sia-sia. Lanjutan dari perkataan Imam Asy Syafi’i di atas, “Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain,

ونفسك إن أشغلتها بالحق وإلا اشتغلتك بالباطل


"Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”
(Al Jawabul Kafi, 109, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)
,
Waktu berlalu begitu cepatnya. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi, penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung).
Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah Azza wa Jalla, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak.” Sesungguhnya kematian lebih layak bagi orang yang menyia-nyiakan waktu. Lalu Ibnul Qayyim mengatakan perkataan selanjutnya yang sangat menyentuh qalbu, “Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan (kesia-siaan), maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.” (Al Jawabul Kafi, 109, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

 عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَر رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُسَبِيْلٍ وَكاَنَ ابْنُ عُمَرُ يَقُوْلُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَ مِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ رواه البخاري


 "Dari Abdullah bin Umar ia berkata: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memegang kedua pundakku seraya bersabda, ‘Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan kamu orang asing atau orang yang melewati suatu jalan.’ Ibnu Umar berkata.” Apabila kamu berada di sore hari janganlah kamu menunggu melakukan sesuatu hingga pagi hari datang.  Apabila kamu berada di pagi hari jangankah menunggu melakukan sesuatu hingga sore datang. Gunakan waktu sehatmu untuk menghadapi sakitmu, dan waktu hidupmu untuk menghadapi matimu." (HR. Bukhari) 

Penjelasan Hadits tersebut menjelaskan tentang pentingnya waktu. Bahwa kita disuruh bersikap seperti orang asing atau orang yang melewati suatu jalan. Ada juga yang mengartikan orang yang menyeberang jalan. Dengan demikian kita harus menyadari bahwa kesempatan hidup di dunia ini hanya sebentar, seperti orang yang singgah ketika dalam perjalanan. Tidaklah mungkin orang yang sedang menyeberang jalan, bersantai di tengah jalan sedang ia belum sampai seberang. Tidaklah mungkin orang yang sedang singgah di perjalanan akan asyik bersantai sedangkan perjalanan belum belum sampai pada tujuan.


Jika kita menginginkan tempat abadi yang memuaskan kelak, maka mestinya kita menyiapkan bekal kita, menggunakan waktu di perjalanan kita ini sebaik-baiknya. Jangan lengah ketika dalam perjalanan agar kendaraan kita tidak salah arah. Hendaknya kita gunakan waktu kita dengan berbagai hal yang berguna yang tidak menyalahi aturan agama kita. Janganlah membuang waktu percuma dengan hal-hal yang dapat mengotori rohani kita, yang dapat membuat kita menyesal kemudian,

 إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ  


“Jika engkau berada di sore hari janganlah menunggu melakukan sesuatu hingga pagi, dan jika engkau berada pada pagi hari, janganlah menunggu melakukan sesuatu hingga sore hari.“ Betapa banyak manusia menunda melakukan sesuatu yang berguna atau pekerjaannya atau kewajibannya pada waktu tertentu. Mereka terbiasa menundanya sampai mereka mau melakukannya. Mereka merasa masih banyak waktu untuk bisa melakukannya. Inilah cara yang salah menyikapi waktu yang banyak menjangkiti manusia. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,

 عن ابن عباس رضي الله عنه قال: قال رسول الله ص م: إغتنمْ خمْسًا قبْلَ خَمْس: شَبابَكَ قبْا هَرَمكَ, وَصحتَكَ قبْلَ سقَمكَ, وَفرَاغكَ قبْلَ شُغْلكَ, وَغنَاك قبْلَ فَقْركَ, وَحيَاتَكَ قَبْل مَوْتكَ . روه الحاكم والبيهقي 


"Dari Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Manfaatkan lima keadaan sebelum datang lima: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa sempatmu sebelum masa sempitmu, masa kayamu sebelum datangnya fakirmu, dan masa hidupmu sebelum datangnya matimu." (HR. Al Hakim dan Al Baihaki) 

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa memanfaatkan waktu ini dalam ketaatan dan dijauhkan dari kelalaian untuk meraih ridha-Nya.

Komentar

Tampilkan

Terkini

NamaLabel

+