-->

Postingan Terupdate

Melepas Belenggu Cinta

MELEPASKAN BELENGGU KETERIKATAN CINTA KEPADA DUNIA YANG FANA Sobat gudang syair , Sebagian orang, tatkala melakukan berbagai kebaikan, ada-a...

Melepas Belenggu Cinta

gudang syair
22 Januari, 17.38 WIB Last Updated 2026-01-23T01:38:47Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

MELEPASKAN BELENGGU KETERIKATAN CINTA KEPADA DUNIA YANG FANA

Sobat gudang syair, Sebagian orang, tatkala melakukan berbagai kebaikan, ada-ada saja suara sumbang yang mengkritik, komentar miring yang rada pedas, dianggap tidak ikhlas-lah, sok pamer, ingin terkenal, dan seterusnya... akhirnya kita pun meninggalkan berbagai kebaikan tersebut. Allahu musta'an

Ridha siapakah yang kita cari? Apakah kita hanya mencari like plus manusia, atau ridha Rabbul A'lamin?


Di saat kita tidak melakukan apa-apa, alias diam,  itupun takkan selamat dari komentar miring bahkan tahdzir dan hajr.

Apalagi jika kita melakukan sesuatu yang bertujuan hanya untuk menyenangkan "pihak tertentu" atau bahkan semua pihak, dan itu berpotensi mendatangkan kemurkaan sang Khaliq wal iyyadzu billah.

Oleh karena itu teruslah menjadi kunci-kunci pembuka berbagai kebaikan di manapun kita berada... carilah ridha Allah Azza wa Jalla semata dalam seluruh niat, ucapan, tulisan dan tindakan kita, dan jangan pernah "berkhayal", "bermimpi"... apalagi "mencari" seluruh ridha manusia... karena itu adalah tujuan yang mustahil tercapai, bahkan akan menjadikan kita sebagai orang yang kehilangan akal...

Al-Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi''i rahimahullah pernah menasihati Ar-Rabi' bin Sulaiman rahimahullah,

 يا ربيع: رضا الناس غاية لا تدرك، فعليك بما يصلحك فالزمه فإنه لا سبيل إلى رضاهم


"Wahai Rabbi', keridhaan manusia adalah tujuan yang tak mungkin tercapai, hendaklah kamu mencari apa yang bisa memperbaikimu, konsistenlah di atasnya, karena tidak ada jalan untuk mencapai ridha semua manusia."(Sifatus Sofwah, hlm.235)

Beliau rahimahullah juga pernah mengatakan,

" لو اجتهدت كل الجهد على أن ترضي الناس كلهم ، فلا سبيل إليه

فإذا كان كذلك فأخلص عملك ونيتك لله عزوجل "


"Seandainya anda mengerahkan segenap kemampuan anda untuk meraih semua keridhaan manusia, niscaya anda tidak akan menemukan jalan untuk itu, jika keadaannya demikian, maka ikhlaskanlah amalan dan niatmu semata-mata karena Allah Azza wa Jalla."(Manaqib Al Baihaqi: 2/173)

Ibnu Hazm rahimahullah bertutur,

الْعقْلُ وَالرَّاحَةُ وَهُوَ إِطْرَاحُ الْمُبَالاَةِ بِكَلَامِ النَّاس وَاسْتِعْمَال المبالاة بِكَلَام الْخَالِق عَزَّ وَجل، بَلْ هَذَا بَاب الْعقل والراحة كلهَا، مَنْ قَدَّرَ أَنه يَسْلَمُ مِنْ طَعْنِ النَّاسِ وَعَيْبِهِمْ فَهُوَ مَجْنُون


"Kecerdasan dan ketenangan adalah dengan sikap tidak peduli terhadap perkataan/komentar manusia dan hanya fokus memperhatikan perkataan sang Pencipta, Allah Azza wa Jalla. Ini adalah pintu kecerdasan dan seluruh ketenangan. Barang siapa yang merasa mampu selamat dari celaan manusia dan cercaan mereka maka ia adalah orang gila." 

(Al-Akhlaaq was-Siyar fi Mudawaatin Nufuus hlm. 17) 

Malik ibn Dinar rahimahullah berkata,

ﺇﻥ اﻟﺒﺪﻥ ﺇﺫا ﺳﻘﻢ ﻟﻢ ﻳﻨﺠﺢ ﻓﻴﻪ ﻃﻌﺎﻡ ﻭﻻ ﺷﺮاﺏ ﻭﻻ ﻧﻮﻡ ﻭﻻ ﺭاﺣﺔ


"Sesungguhnya badan jika sakit maka dia tidak akan enak makan, minum, tidur, dan istirahat."

ﻛﺬﻟﻚ اﻟﻘﻠﺐ ﺇﺫا ﻋﻠﻖ ﺣﺐ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻟﻢ ﺗﻨﺠﺢ ﻓﻴﻪ اﻟﻤﻮاﻋﻆ


"Demikian juga keadaan hati, jika dia diikat dengan kecintaan terhadap dunia, maka berbagai nasihat tidak akan bermanfaat babertutu (Az-Zuhd al-Kabir, hlm. 25)

Semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa menjadi kunci pembuka berbagai kebaikan, berusaha melepaskan belenggu keterikatan cinta kepada dunia yang fana ini hanya untuk meraih ridha-Nya. amin

Komentar

Tampilkan

Terkini

NamaLabel

+